Skip to main content

FSPIM Demands Fair Wage Increase in Mining Sector

AKSI MAY DAY 2025 MOROWALI – PERJUANGAN UNTUK KEADILAN

ALIANSI GERAKAN BURUH MOROWALI (SPIM-KPBI & SBIPE)

1 Mei 2025 Ratusan buruh dari Aliansi Gerakan Buruh Morowali (SPIM-KPBI & SBIPE) menggelar aksi besar-besaran pada Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2025. Aksi yang dimulai pukul 07.00 WITA di halaman Masjid Al-Khaerat Fatufia menuju kantor PT IMIP ini menandai puncak perjuangan mereka untuk mendapatkan keadilan dan kesejahteraan. Dengan semangat membara dan disiplin yang tinggi, para buruh menyuarakan 22 tuntutan krusial, termasuk penghentian PHK sepihak (seperti kasus Saldi Arianto/PT LSDY dan Irham/PT TTRI), kompensasi Rp600 juta untuk korban meninggal di kawasan IMIP, serta perlindungan K3 dan hak-hak pekerja perempuan (cuti haid, ruang menyusui).

Long March dan Orasi

Aksi long march diwarnai dengan pembakaran ban simbolis pukul 08.55 WITA, sebagai protes atas kelambanan PT IMIP dalam merespon permasalahan buruh. Orasi Ketua SPIM-KPBI, Bung Afdal mengkritik PT IMIP dan tenant-nya yang dianggap abai terhadap keselamatan buruh dan melakukan manipulasi pajak. Meskipun dua kali terjadi ketegangan dengan aparat keamanan, aksi tetap berjalan tertib dan damai. Puncaknya, pukul 14.50 WITA, Sekjen SPIM-KPBI menyampaikan peringatan keras: jika tuntutan tidak dipenuhi, mogok total di sektor strategis akan segera dilaksanakan!

Mediasi dengan PT IMIP: Janji vs Realisasi!

Mediasi yang difasilitasi oleh Kepolisian Morowali (11.39-01.12 WITA) di kantor PT IMIP dihadiri oleh perwakilan PT IMIP, SPIM-KPBI, SBIPE, dan perwakilan PUK (Konstruksi, DSI, QFF, ITSS, dll.). Meskipun perwakilan PT IMIP mengklaim telah mengakomodir sebagian tuntutan, namun mereka di anggap gagal memberikan timeline yang jelas untuk pertemuan dengan tenant dan hanya meminta buruh untuk “memberikan kepercayaan”. Poin-poin krusial seperti kehadiran pimpinan PT IMIP secara langsung, status kontraktor dan PHK sepihak masih menggantung.

Langkah Selanjutnya: Perjuangan Berlanjut!

Jika dalam waktu dekat tidak ada realisasi nyata dari janji PT IMIP, mogok kawasan akan segera dilaksanakan. SPIM-KPBI dan SBIPE juga akan mendorong audit independen untuk kasus PPh 21 dan kecelakaan kerja, serta berkolaborasi dengan media dan LSM untuk mengekspos pelanggaran HAM dan ketenagakerjaan di kawasan IMIP.

Pernyataan Sikap:

“Perjuangan ini bukan hanya untuk buruh Morowali, tetapi untuk seluruh kelas pekerja Indonesia yang tertindas oleh sistem kapitalis. Kami tidak akan berhenti sampai hak-hak kami diakui!” – Ketua Umum DPP SPIM-KPBI, Afdal

Narahubung:
 
-Media SPIM-KPBI 
 
#MayDay2025 #BuruhMorowaliBersuara #KeadilanUntukBuruh #22Tuntutan