Skip to main content

FSPIM Demands Fair Wage Increase in Mining Sector

Pendidikan Kita: Cerdas Dalam Berpikir, Progresif Dalam Bertindak

~ Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang sebagai guru ~ (Ki Hajar Dewantara)

Fatufia — Federasi Serikat Pekerja Industri Merdeka (FSPIM) menyelenggarakan pendidikan normatif bagi seluruh Pengurus Unit Kerja (PUK) yang berjumlah 30. Sekitar 70-an peserta berasal dari masing-masing perwakilan PUK yang dilaksanakan di Pulau Langala ini. [4/1/2026]

Pendidikan normatif tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni dari hari Sabtu 3 Januari 2026 sampai Minggu 4 Januari 2026. Dimulai pada siang hari hingga malam. Untuk mengikutinya, mereka bergantian shift untuk bisa mengikuti pendidikan.

(Baca juga: Sekolah Buruh: Teori Menuju Aksi)

Berbeda dengan pendidikan yang biasanya dilaksanakan melalui sekolah buruh, pendidikan kali ini lebih ke persoalan hak mendasar buruh. Total materi dalam pendidikan normatif berjumlah 12.

Sedangkan materi di sekolah buruh biasanya dominan tentang pengembangan kesadaran politis-ideologis buruh. Seperti yang dijelaskan oleh Abdulkadir Jaelani selaku Sekjend FSPIM:

“Pendidikan ini mendorong agar pekerja sadar di tempat kerjanya. Pekerja diharapkan bisa berpikir kritis atas haknya yang diabaikan dan mampu menjawabnya dengan tindakan progresif. Ini hanya materi pengantar, dari kesadaran ekonomis (normatif) menuju kesadaran politis.”

(Baca juga: Sekolah Buruh 2: Pengembangan Kapasitas Kelas Buruh Melalui Pendidikan)

Adapun materi-materi dalam pendidikan normatif sebagai berikut:

  1. Pengantar Sejarah Gerakan Buruh dan Serikat Buruh
  2. Dasar Hukum Ketenagakerjaan
  3. Hubungan Kerja dan Status Pekerja
  4. Waktu Kerja, Istirahat dan Cuti
  5. Upah dan Sistem Pengupahan
  6. Jaminan Sosial dan Kesejahteraan
  7. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  8. Hak Pekerja Perempuan dan Kelompok Rentan
  9. Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
  10. Kepemimpinan Serikat dan Tuntutannya
  11. Etika, Integritas dan Disiplin Organisasi
  12. Kepemimpinan Dalam Aksi dan Advokasi

Sementara itu Uqram selaku Ketua PUK QSEM — sekaligus sekretaris panitia kegiatan ini mengatakan:

“Kesan atas pendidikan kali ini sangat luar biasa bagi saya sendiri sebagai panitia, dimana materi kali ini begitu spesifik dan detail tentang masalah buruh secara umum di kawasan. Kita jadi lebih memaknai apa itu hak dan kewajiban buruh.”