Skip to main content

FSPIM Demands Fair Wage Increase in Mining Sector

Akhirnya Pekerja di PT. IRNC Ditetapkan Sebagai Pekerja Tetap

(Ilustrasi: SPIM)

Pekerja atas nama Lucky di PT. PT Indonesia Ruipu Nickel and Chrome Alloy (IRNC) Departemen Elektrik Divisi Operasional Elektrik OELT hampir mengalami end kontrak pada 09 Januari 2025 karena dianggap tidak mampu bekerja oleh departemen.

Berat badan yang lebih membuat Lucky dianggap manajemen lambat dalam menjalankan tugasnya sebagai Crew OELT. Ia juga dianggap ada potensi kecelakaan kerja pada saat berada pada ketinggian.

Ade Indra Wardana, S.E. selaku ketua PUK PT. IRNC mendapatkan laporan bahwa ada ketidakadilan terhadap anggota serikat. Ade pun bertindak cepat untuk mengadvokasi kasus tersebut.

“Lucky sudah layak ditetapkan sebagai karyawan tetap. Karena dalam masa percobaannya selama 3 bulan kehadiran hampir 100%, dengan tidak adanya sakit maupun ijin, dan juga tugas sebagai crew sudah mampu dilakukan dengan bukti ujian pekerjaan ketinggian.” Jelas Ade Indra

(foto: Ade Indra)

Secara praktek maupun teori Lucky seharusnya sudah lolos, dan ini bukti kuat bahwa Lucky mampu bekerja sesuai jobnya.

Jalan yang dilakukan oleh Ade Indra dengan melakukan tindakan mediasi persuasif pada 08 Januari 2025 dengan Divisi OELT dan mendapatkan kesepakatan dengan pihak wakil SPV dan Foremen Indonesia.

Hasilnya: Lucky dipekerjakan kembali dan ditetapkan sebagai pekerja tetap, karena dianggap sudah siap bekerja dan mampu melakukan tugas dengan posisi crew.

PT Indonesia Ruipu Nickel and Chrome Alloy atau PT IRNC, adalah perusahaan yang didirikan atas kerja sama antara PT IMIP, Tsingshan Holding Group dan Ruipu Technology Group Co.,Ltd. PT IRNC juga beroperasi di Kawasan Industri IMIP. Produk yang dihasilkan dari perusahaan ini diantaranya Ferrochrome, Nickel Pig Iron, Cold Rolling Coil. Kapasitas produksi dari perusahaan ini antara lain Ferrochrome 600.000 ton per tahun, Coke 600.000 ton per tahun, Nickel Pig Iron 300.000 ton per tahun, serta Cold Rolling Coil sebanyak 700.000 ton per tahun.